Saturday, January 22, 2011

Pengertian dan matlamat komunikasi Islam.

Pengertian Komunikasi

Komunikasi dari segi bahasa berasal dari perkataan "Communicate" yang bermaksud penyertaan atau pemberitahuan. Oleh yang demikian, erkataan komunikasi menekankan kegiatan seseorang individu atau kelompok atau sifat ingin mempengaruhi orang lain. Komunikasi lebih menitikberatkan soal sosial dan komunikator merupakan individu atau kelompok yang berusaha mengadakan komunikasi dengan individu ata kelompok.

Oleh kerana perkataan komunikasi lebih merujuk kepada bahasa Inggeris, kita perlu melihat kepada beberapa kaitan yang behubung dengan komunikasi. Dalam perkara ini dapat dilihat pada perkataa "Wasola" dalam bahasa arab yang terakam dalam a-Quran. Perkataan tersebut dari segi bahasanya membawa maksud 'sampaikan'. Dalam al-Quran pada dasarnya menyentuh hal ini yang menyatakan " Demi sesungguhnya kami telah sampaikan firman-firman (al-Quran) kepada mereka supaya mereka beroleh peringatan". Dalam pada itu terdapat beberapa perkataan lain dalam al-Quran yang menggambarkan aktiviti-aktiviti komunikasi.

Antaranya ialah yang membawa erti :
1) 'Bacalah'(al-Alaq),
2)khabarkanlah'(al-Nisa'),
3) 'Katakanlah' (al-Mukmin),
4) 'Berpesan-pesan' ( al-Ars),
5)'Dengarkanlah' (al-Maidah), dan lain-lain lagi.

Dari perspektif agama, Islam dilihat sebagai agama yang bersifat mission yang menggesa penganutnya supaya berterusan menyebarkan mesej sama ada kepada rakan-rakan Muslim ataupun kepada bukan muslim. Setiap individu Muslim dianggap komunikator agama atau da'i (pendakwah) di mana diwajibkan menyampaikan mesej mengikut kadar keupayaan masing-masing. Tanggungjawab ini menjadikan tugas komunikasi adalah suatu tugas yang penting malah diperihatkan oleh Rasulallah s.a.w yang menggesa setiap muslim menyampaikan mesej daripada baginda walaupun hanya "satu ayat" . Simbolik keada satu ayat menunjukkan pentingnya kebenaran ajaran agama disampaikan dengan berkesan berdasarkan prinsip-prinsip komunikasi tertentu yang digariskan ole al-Quran dan al-Sunnah.

Beberapa prinsip komunikasi Islam yang dinyatakan dalal al-Quran antaranya firman Allah s.w.t yang bermaksud : " Perkataan yang baik dan pemberian maaf adalah lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima)..." dan ayat lain menyebut "Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)...".
Sebagai sumber tetinggi kepada umat Islam, al-Quran dan al-Sunnah dianggap memebekalkan prinsip dan kaedah komunikasi secara menegak atau vertikal iaitu dengan Allah, dan berkomunikasi secara horizontal iaitu sesama manusia. Jelasnya terdapat dua bentuk hubungan komunikasi dalam ajaran Islam iaitu Hablu min Allah ( hubungan denga Allah) dan hablu min An-nas (hubungan sesama manusia). Penegasan kepada pentingnya mewujudkan komunikasi dengan Allah dibentuk melalui ibadah-ibadah fardhu seperti menunaikan sembahyang, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Tujuan utama membentuk komunikasi dengan Allah adalah untuk membentuk taqwa iaitu sifat yang sentiasa menguasai perilaku indvidu agar bersikap seolah sepanjang masa.

Selain menjaga dan mengawasi perilau dengan Allah, Islam menekankan agar hubungan sesama manusia perlu diwujudkan agar membentuk hubungan sosial yang disebut sebagai muamalat. Hubungan sesama manusia berlaku delam pelbagai aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, seni dan sebgainya. Kedua-dua bentuk hubungan ini perlu ada supaya setiap individu Muslim boleh meneruskan kehidupan dalam keadaan seimbang atau sepadu dari segi jasmani dan rohani.

Matlamat komunikasi

Selanjutnya tujuan dari komunikasi adalah seperti yang dikemukakan oleh Dan B. Curtis dalam buku Komunikasi Bisnis Profesional sebagai berikut :



a). Memberikan informasi, kepada para klien, kolega, bawahan dan penyelia (supervisor) Diberi informasi, kereana perilaku diberi informasi merupakan bentuk interaksi komunikasi. Orang atau masyarakat cenderung merasa lebih baik diberi informasi yang diperlukannya atau yang akan diberi jalan masuk menuju informasi tersebut yang merupakan bahagian dari keadaan percaya dan rasa aman.

b). Menolong orang lain, memberikan nasihat kepada orang lain, ataupun berusaha memotivasi orang lain dalam mencapai tujuan.

c). Menyelesaikan masalah dan membuat keputusan, kerana semakin tinggi kedudukan/status seseorang maka semakin penting meminta orang lain untuk keahlian teknik sehingga dalam menyelesaikan masalah/membuat keputusan tersebut harus ada komunikasi untuk meminta data sebagai bahan pertimbangan.

d). Mengeluasi perilaku secara efektif, iaitu suatu penilaian untuk mengetahui hal-hal yang akan mereka lakukan setelah menerima massege. (1992 : 9)

Sementara itu menurut Onong Uchjana Effendi dalam buku Dimensi – dimensi Komunikasi tujuan komunikasi adalah sebagai berikut :

1). Perubahan sosial. ( Social Change / Social Participation)
2). Perubahan sikap. (Attitude Change)
3). Perubahan pendapat. (Opinion Change)
4). Perubahan perilaku. (Behaviour Change)

1. Perubahan Sosial dan penyertaan sosial. Memberikan berbagai informasi pada masyarakat tujuan akhirnya supaya masyarakat mau mendukung dan ikut serta terhadap tujuan informasi itu disampaikan. Misalnya supaya masyarakat ikut serta dalam pilihan suara pada pemilu atau ikut serta dalam berperilaku sehat, dan sebagainya.

2. Perubahan Sikap. Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan supaya masyarakat akan berubah sikapnya. Misalnya kegiatan memberikan informasi mengenai hidup sehat tujuannya adalah supaya masyarakat mengikuti pola hidup sehat dan sikap masyarakat akan positif terhadap pola hidup sehat.

3. Perubahan pendapat. Memberikan berbagai informasi pada masyarakat tujuan akhirnya supaya masyarakat mau berubah pendapat dan persepsinya terhadap tujuan informasi itu disampaikan, misalnya dalam informasi mengenai pemilu. Terutama informasi mengenai kebijakan pemerinatah yang biasanya selalu mendapat tantangan dari masyarakat maka harus disertai penyampaian informasi yang lengkap supaya pendapat masyarakat dapat terbentuk untuk mendukung kebijakan tersebut.

4. Perubahan perilaku. Kegiatan memberikan berbagai informasi pada masyarakat dengan tujuan supaya masyarakat akan berubah perilakunya. Misalnya kegiatan memberikan informasi mengenai hidup sehat tujuannya adalah supaya masyarakat mengikuti pola hidup sehat dan perilaku masyarakat akan positif terhadap pola hidup sehat atau mengikuti perilaku hidup sehat.

No comments:

Post a Comment